Beragam Kegiatan Edukasi Meriahkan Peringatan 108 Tahun Museum Aceh

Daerah, headline165 Dilihat

BANDA ACEH – Museum Aceh didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, yang pemakaiannya diresmikan oleh Gubernur Sipil dan Militer Aceh Jenderal H.N.A. Swart pada tanggal 31 Juli 1915.

Pada waktu itu bangunannya berupa sebuah bangunan Rumah Tradisional Aceh (Rumoh Aceh). Tepat pada peringatan 108 tahun berdirinya museum Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui UPTD Museum Aceh mengadakan beragam kegiatan edukasi pada 30-31 Juli 2023.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Museum Aceh dimeriahkan oleh lokakarya sketsa sejarah dan painting motif Aceh pada media totebag. Kemudian ada juga kompetisi sejarah bagi pelajar, nonton bareng film, eksplorasi Museum, monolog drama, dan penampilan seni.

Museum Aceh bukan hanya sekedar tempat koleksi benda-benda sejarah saja melainkan sebagai lembaga atau wadah edukasi bagi masyarakat Aceh untuk lebih mengenal sejarah perjuangan Aceh

Nurhawani sebagai edukator di Museum Aceh menyebutkan peserta sendiri banyak berasal dari anak sekolah dan juga terbuka untuk umum, tujuannya sebagai edukasi dan menyaring kemampuan anak-anak sekolah dibidang sejarah dan budaya.

Selain itu, sambungnya ada kegiatan nonton bareng dan juga workshop sketsa yang diadakan berkolaborasi bersama komunitas arsitek Indonesia, terdapat expo museum sehingga pengunjung di ajak untuk diperkenalkan beragam koleksi yang ada di pameran tetap Museum Aceh

“Harapannya museum Aceh bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat terutama pada sejarah dan budaya, agar masyarakat tidak lupa dengan sejarah yang pernah diukir oleh kesultanan di Acehm” ujar Nurhawani

Salah satu peserta yang berasal dari SMPN 1 Methodis, Gamous Gabriel Simanjuntak merasa bangga bisa ikut berpartisipasi pada rangkaian kegiatan peringatan 108 tahun berdirinya Museum Aceh.

Dirinya mengaku, dari kegiatan tersebut bisa lebih belajar tentang sejarah, sehingga bisa menambah wawasan bagi anak-anak sekolah dan bisa memberi semangat belajar maupun mengubah pandangan teman-teman bahwa belajar sejarah tidak membosankan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *